sepenggal rindu di hari sabtu January 25, 2008
Posted by dhini-whitesilver in Uncategorized.1 comment so far
sinar mentari pagi lembut memasuki kisi2 kamar yang masih sunyi, kusibakkan jendela kamar dan mendengar lirih angin berhembus menyibakkan anak2 rambut yang menempel dikeningku. embun pagi menetes disepotong dahan yang terjulur diluar jendela kamarku…
Pagi ini tiba2 aku merasa Rindu…
entah kenapa perasaanku menjadi sedih dan sunyi. Lelah dan jenuh tiba2mendera tubuh dan pikiranku menjalar melalui hirupan nafas yang masuk melalui rongga hidungku.…
Entah kenapa rinduku semakin menjadi.
Rasa lelah-pun merayapi…
Aku lelah hanya karena mengingatku, dan aku jenuh hanya karena tak dapat bersamamu…
Tak ada raga yang dapat ku raba
Tak ada jiwa yang dapat ku rasakan
semburat emas sinar mentari sudah terlukis di langit, memperlihatkan biru indahnya awan…
matahari semakin tinggi beranjak naik… tapi, kenapa rasa rinduku pada-mu tak pernah mau beranjak?
Tak pernah beranjak dari relung terdalam hatiku?
Menghantui setiap waktu dalam diriku…
Dan terus menempel dalam setiap aktivitasku?
Hmmmmppphh… satu tarikan nafas panjang kuhenyakan begitu saja, mencoba mengabaikan siluet dirimu yang akhir2 ini menyapaku…
Lirih angin-pun kembali menyapa mengucapkan sepotong syair yang terucap dari dari hatiku…
Taukah kau tentang rinduku ini?
*untuk seseorang… yang mungkin tak merasakan kerinduan ini…
“Sunyi” January 25, 2008
Posted by dhini-whitesilver in Uncategorized.add a comment
dalam jebakan ruang dan waktu…
aku membisu diselimuti kegelapan yang menghitam dan seakan mencekam disela sela mimpi panjang yang sunyi dan mencekam…
rintihan angin baringkan diri lemah dan tidak berdaya ini …
dalam dekapan impian yang jauh dan seakan timbul tenggelam memainkan bayanganku akan kehidupan yang lalu…
pada pembaringan sepi yang rapuh ini, tubuhku menggigil oleh suram dan lembab-nya cahaya menembus kisi-kisi hati namun tak mampu menghangatkan dinginnya nafasku…
Desember yang menyiksa batin tak berdaya ini, mengingatkan kenangan akan masa lalu…
pada saat kau disisiku…
dalam diam ku membisu dan menangis pilu,
dalam nyenyak tidurku, desember yang dingin temani diriku…
hujan yang kesepian iringi kenangannku bersamamu…
dan ku tahu…
pada saat-saat tertentu kau selalu mengunjungiku dan tebarkan harum mawar pada pembaringanku
Desember kelabu temaniku…
dalam nyenyak tidur dan syair sendu milikmu…
malaikat yang sunyi selimuti diriku
dalam hangatnya mimpi dan angan-anganku tentang kenangan bersamamu…
*dedicated for beloved my best friend
Aries Fadilah (15 Maret 81-22 Desember-01)
seribu maaf kuucap, karena aku tak ada untuk mengantar kepergianmu…
Membisu January 23, 2008
Posted by dhini-whitesilver in Uncategorized.3 comments
entah sejak kapan,
angin timur yang dingin berhembus…
melantunkan syair malam yang sunyi.
malam ini, aku duduk sendiri diam membisu, dan sudah terbiasa tanpa hadirmu…
namun,
aku akan menunggu disudut pelangi senja,
dan bila suatu saat kau kembali, tetaplah kau disini…
duduk disisiku menatap senja dan biarkan sapuan lembut angin
yang kan berhembus dianatara kita berdua…
Pada Suatu Senja January 17, 2008
Posted by dhini-whitesilver in Uncategorized.3 comments
lagi2 kurasakan hal yang sama…
kali ini perasaanku tak berujung bentuknya. Terkadang seperti dihujam tikaman belati, tapi sewaktu waktu berubah seperti melayang2 diatas awan dengan gambaran surga dibelakangnya.
Hmmmmph… kuhela nafas berkali2 mengusir kejengkelanku tentang hal ini.
Sumpah, kali ini sekujur tubuhku menegang dan merinding…
satu2nya hal yang membutku yakin bahwa tidak ada makhluk halus adalah saat ini aku sedang berada ditengah keramaian diantara berjubelan orang yang lalu lalang di koridor busway…
Maklum, jam pulang kantor…
Kususuri jalanan yang padat dengan pandangan nanar… entah kenapa akhir2 ini ada sesuatu yang menderaku didalam dada… perasaan yang timbul tenggelam dan bergelayutan dalam pori2 tubuhku…
Cinta…
Brrrrrr…. Perasaan aneh merayapi tubuhku, dan rasanya bisa membangunkan sel2 terkecil dalam tubuh saat kusebutkan kata itu.
Cinta… yah cinta…
Kendatipun rasanya seperti ditampar dan beban yang berat laksana tubuhku diinjak gajah, kata2 itu berulang2 kuucapkan…
Cinta… lagi2 aku merasakannya,
yah sejujurnya aku belum yakin kalau ini memang cinta. Tapi kenapa rasanya seperti ini ya?
Aku benci sekaligus bahagia dengan perasaan ini… Benci sekali karena sakitnya… dan bahagia sekali karena indahnya…
“Perasaan yang mendalam terhadap seseorang kan memang hal yang biasa tidak ada yang salah dengan perasaan itu bukan?”
Berkali-kali ucapan itu terlontar dari sisi kananku…
“tapi perasaan itu pula yang hampir membunuhmu karena luka yang dalam, jadi kenapa musti kau ulangi?”
Dan berkali2 pula ucapan itu terlontar dari sisi kiriku…
Oh god… Whats wrong with me…
Hmmmmppppp…. Lagi2 kutarik nafas panjang mencoba melonggarkan dadaku yang sesak. Sesak karena dihimpit perasaan yang tidak mengenakkan ini dan sesak karena dihimpit banyaknya manusia dengan tujuan yang sama… Rumah…
Angin sore, membawa letihku naik lebih cepat merayap dari ujung kaki hingga otakku. Dalam udara sore yang lembab aku berjalan perlahan menyusuri lampu lampu taman…
Dengan gontai kulangahkan kaki memasuki halaman rumah. Getaran dalam tasku membuyarkan sebagian kecil lamunan yang sedari tadi menemani hampir 1/4 sore hari ini.
Tertegun sejenak saat kusadari satu nama muncul dilayar selular seraya menggeliatkan getaran-getaran yang langsung membangkitkan semangat dan membuat gairahku memuncak…
Dan saat itu juga perasaanku serasa terbang bersama 100 malaikat cinta yang tak bersayap…
… January 16, 2008
Posted by dhini-whitesilver in Uncategorized.2 comments
kularut dalam heningnya malam…
mencoba tuk jalani semua,
dan ternyata kau ada dihatiku.
kau memang kekasihku…
belai lembut kau berikan layaknya embun dipagi hari…
menghiasi indahnya dunia, berkilau dan bening warnamu…
kekasihku, maukah kau selalu temaniku…
melewati hari berdua denganmu…
pahit getirnya dunia, melawan arah takdir yang terbentang…
bisakah kau bertahan sampai saat itu datang, dan mengerti bahwa cinta kita tulus apa adanya…
bagai bunga harum mewangi yang terjebak dalam indahnya cinta…
berharap sang surya menyinari, begitulah cinta kita berdua…
semoga tuk selamanya…
selamanya… January 16, 2008
Posted by dhini-whitesilver in Uncategorized.add a comment
Terbangun mendengar rintik hujan…
angin kan berhembus dan ku teringat padamu…
semua tangismu yang memanggil namaku…
dan saat kubutuhkan ku, aku kan datang…
kan ku gambarkan hari yang kita lalui, saat cinta menjadi…
dan kau membuatku melihat, kulihat sepanjang hayatku kedalam matamu…
jadi…
aku kan tau kau ada untukku dan aku kan selalu mencintaimu
selamanya… yah, selamanya…
cinta… January 15, 2008
Posted by dhini-whitesilver in Uncategorized.5 comments
cinta itu… indah
cinta itu… sakit
cinta itu… suci
tapi sering pula ternodai…
saat cinta hadir, serasa air mengaliri seluruh rongga dalam setiap alur kehidupan dalam tubuh…
denyut2 hangat menyelimuti dan membelai dalam sukma
seraya menjanjikan indahnya surga…
pernah satu kali kurasakan indahnya cinta…
tapi berkalikali kudapati pahitnya cinta…
yah cinta…
tak pernah tau apa arti sebenarnya, dan hingga kini aku masih mencari maknanya…
Tentang aku dan kau… January 15, 2008
Posted by dhini-whitesilver in Uncategorized.2 comments
Syair Rindu January 10, 2008
Posted by dhini-whitesilver in Uncategorized.1 comment so far
waktu yang berlalu tanpa terasa tinggalkan cerita tentang hidupku…
begitupun cintaku pada dirimu…
seiring detak waktu yang berjalan, semakin mengikis kokohnya kerinduan ku tentang kenangan bersamamu…
dalam detak iringan waktu, sambil berlalu kucari sebuah makna…
makna yang kutanya pada biru laut menggelora, pada rintihan angin yang berhembus, dan pada karang terjal yang terdiam…
waktu berlalu tinggalkanku…
meninggalkan masa lalu dalam syair kerinduan…
kerinduan yang kucoba untuk tepiskan, namun… diamnya malam menggigit kenangan batas kenanganku, yang entah kapan mungkin kan menghilang…
dalam malam-malam yang kelam selalu kulantunkan, sebuah syair tentang kerinduan…
kerinduanku pada dirimu…
“Kesatria dalam mimpi-ku…” January 1, 2008
Posted by dhini-whitesilver in Uncategorized.2 comments
Kau-lah kesatria dalam mimpi dan anganku…
aku merindukanmu entah seperti apa kutak tahu…
yang aku tahu bahwa cinta dalam hati-ku bagai kabut diatas lautan…
begitu putih, begitu sejuk…
dan tanpa tersentuh…
saat kumemandang sinar dalam matamu…
aku tahu bahwa hatiku telah terpikat pada sosokmu…
kesatriaku…
kau hadir bukan hanya dalam angan dan mimpiku
kau hadir ditengah realita kehidupanku…
aku mencintaimu bagaikan sinar bulan yang tunduk pada pekatnya malam…
aku mencintaimu bagai sungai yang tunduk pada aliran arus…
dan,
aku mencintaimu bagai mentari yang tunduk pada pagi…
namun,
kembali aku tersadar dalam hatiku
bahwa cintaku tak-kan bisa menggapai hatimu
aku tahu itu…
karena kau terlalu tinggi untuk kuraih
dan aku…
hanya dapat memandangmu dari dasar hati yang pilu…