Dear… April 21, 2008
Posted by dhini-whitesilver in Uncategorized.1 comment so far
Terimakasih telah temaniku,
walaupun hanya sesaaat tapi bagiku sangatlah berarti…
maafkan jika kebahagiaan yang kuminta adalah teman sepanjang hidupku…
seharusnya aku mengerti bahwa keberadaanku bukanlah untukmu…
dan keinginanku untuk mencintaimu hanyalah lamunan dalam sesalku…
terimakasih untuk semua yang telah kau berikan untukku…
karena dirimulah aku bisa bertahan hingga detik ini…
untuk kekasih yang tak pernah kumiliki…
maafkan hingga saat ini aku masih mencintaimu dengan sepenuh hati…
*YucO…
Ternyata bukan aku yang terbaik untuk kmu…
aku sadar itu…
Di Titik Waktu March 31, 2008
Posted by dhini-whitesilver in Uncategorized.4 comments
Pada sebuah waktu aku pernah bertanya pada siluet dirimu…
Tentang kerinduan dan perasaanmu padaku…
Siluet-mu anggun menjawab bahwa kau rindukan aku dengan sepenuh jiwamu…
Haruskah kupercaya itu?
Sedangkan menggenggam tangan-mu aku tak pernah,
Dan menatap matamu, rasanya seperti mimpiku…
Tahu-kah kamu kekasihku?
1 kerinduan dan keinginan yang terpancar dari hatiku hanyalah menatap matamu…
Bila kutatap mata itu, aku seperti terbang kedalam angkasa malam yang luas dan tak terbatas…
Tatapanmu hangat sekaligus menyejukkan jiwa…
Menyentuhku dengan misterinya…
Dan menyapaku dengan keterkejutannya…
Pada suatu waktu aku menyerah pada rasaku…
Kerinduan yang semakin ku tahan, malah semakin membesar…
Dan kini hancur ketika tak dapat kutahan lagi…
Pada suatu waktu aku kan berjalan…
Meninggalkan bayanganmu dan menyerah pada rasaku…
Maaf Aku Mencintaimu… March 25, 2008
Posted by dhini-whitesilver in Uncategorized.4 comments
baru kusadar
engkaulah matahariku…
bersinar
dengan hangat dan mempesona jiwaku,
ingin
kupanggil dirimu dengan segenap perasaan nyataku
kini
kusadar bahwa aku mencintaimu…
andai aku
bisa melarikan diri dari perasaan ini…
tapi,
ternyata aku terkurung dalam reruntuhan hatiku dan tak mungkin dapat keluar
lagi…
maafkan
aku bila mencintaimu…
karena
aku hanya ingin mencintaimu…
aku tahu,
suatu saat kau tak akan bersamaku…
aku tak
peduli tentang itu…
yang aku
tahu aku mencintaimu…
dan hanya
mencintaimu…
seluruh
jiwa yang hidup didalam ragaku meneriakkan itu
maafkan
aku karena aku terlalu mencintaimu…
aku cukup
mengerti kalau suatu saat bahkan mungkin hari ini kau akan beranjak pergi
sekali
lagi aku tak pernah peduli itu…
karena
yang kutahu aku hanya mencintaimu…
dan sampai
kapanpun aku akan terus mencintaimu…
dengan
sepenuh hatiku…
*untuk seseorang yang memang kucintai…
Perasaanku… February 15, 2008
Posted by dhini-whitesilver in Uncategorized.4 comments
Pagi ini
mendung lagi…
mendung
kali ini buatku jadi sedikit sentimental
Dadaku
sesak, hingga aku sulit bernafas…
Kepalaku
sedikit sakit karena pekerjaan dan kurang tidur malam tadi
Butiran2
dingin air hujan dengan lirih menerpa rambut dan membasahi wajahku…
Satu
wajah berkelebat ringan dibenak dan ingatanku…
Wajah
seorang yang sangat berarti dalam hidupku…seseorang yang membuatku begitu lebih berarti, seseorang yang selalu mendorong
dan mencintaiku dengan sepenuh hati…
Wajah
yang tegas, dengan rambut putih yg menghias… wajah yang akrab menyapaku dipagi
hari selama 25 tahun. Mencium keningku sebelum kujalani hari…
Memandang
dan menyapaku sebelum kuberanjak pergi…
Dan selalu
ada setiap saat untukku…
Aku
tersenyum perih saat kusadar senyum dan tatapan matanya tidak akan pernah kulihat lagi…
Bapak…
De dien
kangen bapak…
Seluruh
tubuh dan pikiran ini memanggil nama bapak…
Pak,
maafin de dien yang enggak bisa ngerawat bapak dengan sebaik2nya de dien…
Maafin de
dien, karena de dien gak ada untuk nemenin bapak saat bapak pergi…
Maafin de
dien karena de dien belum bisa ngasih sesuatu yang berarti buat bapak…
Pak, tau
enggak…
De dien
ingat, waktu de dien kecil bapak suka gendong de dien dipunggung bapak…
marah2
sewaktu de dien naik2 pohon di depan rumah, teriak2 waktu kandang burung de
dien buka sampe burung perkutut terbang semua, gendong de dien ke kamar waktu
de dien ketiduran di depan tv,
jemput dan anter de dien waktu sekolah…
Senyum
bapak, cara duduk bapak, suara bapak dan semua hal tentang bapak selalu ada di
hati dan pikiran de dien…
Pak, de
dien kangen bapak…
Kangen
banget sampai2 de dien ingin teriak sekuat dan sekencang yang de dien bisa
Pak,
bapak harus tau, sampai kapanpun bapak akan selalu ada dihati de dien, dan de
dien akan selalu bangga dengan bapak…
Tuhan,
maafkan de dien…
Aku
mendesah perih, perlahan dan tak terdengar…
Pedih aku ada lagi…
rasakan kenyataan… bahwa saat ini bapak sudah tidak
tidak ada untuk temani aku
Tapi aku
yakin, bahwa senyum, cium dan pelukan hangatnya akan selalu ia kirimkan dari
surga untukku…
since you pass away…
the days grow long, and i
dont kow why…
my tears falling down. I
missing you dad…
and i know, you watching me
from the heaven…
promise will be a good girl for you…
Curhat 1/3 February 13, 2008
Posted by dhini-whitesilver in Uncategorized.5 comments
Tak pernah kupikirkan sebelumnya
bahwa, cerita ini kutuliskan dalam sebuah halaman kosong…
Aku hanya ingin menumpahkan curahan
hati-ku saja kok…
Ya… aku yakin pasti diantara kalian yang
mampir diblog FS ku ini mengeluh tentang penderitaan dan kesakitan yang
terus2an terbayang dalam tulisan2 ku selama ini…
Tak apa2 juga sih, toh kenyataannya
memang seperti itu. Aku suka sekali menuliskan tentang penderitaan dan
kesakitan. Sepertinya 2 hal itu teman akrabku selama 25 tahun aku hidup dan
bernafas.
Tapi, sebenarnya itu cuma sepersekian
persen rasa sakit karena mencintai seseorang yang tak pernah benar2 hadir dalam
hidupku, rasa sakit sesungguhnya tak bisa kugambarkan seperti apa, karena
wujudnya pasti akan tidak keruan…
Tapi eiiittss… kalian salah kalau
menilai tulisanku kali ini tentang pesakitan dan penderitaan2 yang tak berujung
itu…
Kali ini beda… yah, mudah2an
endingnya tidak ada tetesan air mata (harapanku sih seperti itu…)
Apapun yang kuceritakan kali ini id ak
mungkin sebagian besar pernah dirasakan oleh kalian, mohon pengertiannya kalau
kata2 dalam cerita ini menggambarkan kepolosan, ketololan, dan kebahagiaanku sebagai
seorang perempuan yang jatuh cinta (mudah2an t
ada cercaan terhadap hal ini) tapi… ini-kan hanya curhat dalam bentuk cerita… bisa
benar, dan bisa karanganku saja khan?
Well, sebut saja cowo beruntung (atau
lebih tepatnya kurang beruntung) ini bernama Nico… awal aku mengenalnya cuma
dari sebuah dunia maya belaka. Sumpah sebenarnya dulu, aku benci
sekali hal2 seperti ini. Tak pernah percaya bahwa perasaan2 aneh yang
menimbulkan getar2 cinta(hayaaaah bahasanya… :P) bisa hadir dari chating, FS
atau apalah itu namanya… bagaimana bisa coba… sebenarnya orang2 yang berakal
sehat mungkin tidak pernah bisa mempercayai hal ini.
Tapi sepertinya karma itu saat ini
berbalik padaku…
Wooooeeee…. Aku jadi manusia bodoh
yang malah berbalik arah meninju diri sendiri. Agak sebal juga sih saat aku
dihadapkan dengan fakta yang gak jelas sepeti itu.(masa iya bisa jatuh cinta hanya
karena jalinan kabel modem yang menghubungkan computer dengan segala macam
sirkuit2nya itu…)
Owkeys… balik ke yang namanya Nico. Aku
kenal dia tidak jauh2 dari dunia maya yang absurd ini.
FS (lagi2 aku ulang
kata2 itu)
Friendster sialan yang juga menyenangkan Indonesia bow…
Ambon manise…
(menurutku sih…). Pertama aku juga bingung awal mula kisah itu berjalan seperti
apa. Yang jelas dulu sekali… waktu awal2 aku kenal yang namanya FS setiap ada
request teman2 baru tanpa aku check langsung aku setujui saja… termasuk si Nico
ini. Well lucunya lagi, awalnya aku pikir dia itu adalah penyanyi kulit hitam
luar negri yang nyasar ke FS-ku (coz aku lihat dari primary FS-nya gayanya
agak2 mirip Negro cool gitu… :P) dan ternyata dia asli
Baiklah, kisah berlanjut…
Karena aku termasuk village girls
atau cewe kampong tepatnya… maka enggak heran juga kalau yang namanya teknologi
agak2 sedikit membingungkan untukku. Termasuk yang namanya FS dan teman2
sejenisnya. Nah, baru2 ini aku baru paham bagaimana cara memainkan FS dan
fasilitas2 didalamnya yang bisa dengan enaknya kita rubah (termasuk edit
profile, upload foto, send massages, kirim testi dan belakangan juga bikin
Blog… well bener2 kampong abis2an khan?)…
Nah… singkatnya, karena
kekampongan-ku itu ternyata hubungan aku dengan si cowo beruntung itu terus2an
berlanjut hingga akhirnya sampai dengan tahap tukar menukar nomor telpun…
Yah, sebetulnya banyak perbedaan juga
sih antara aku dan cowo itu… tapi entah kenapa justru perbedaan2 itu yang bikin
hubungan aku dan dia jadi lebih hidup (well… klise juga sih kata2nya…)
Oke… that’s it… cukup dulu curhatanku
kali ini toh aku rasa sampai disitu kalian cukup mengerti bagaimana kisah itu
terus berlanjut khan?
sebetulnya sampai saat ini-pun, kisah
itu masih berlanjut (harapanku sih tetap seperti itu…)
Yang jadi soal adalah Entah endingnya
akan berakhir seperti apa dan kapan akupun bingung menulis akhir kisahnya…
Kalau menurut kalian Kira2 enaknya
seperti apa ya?
curahan hati… February 5, 2008
Posted by dhini-whitesilver in Uncategorized.4 comments
engkaulah keabadian yang dapat meruntuhkan karang terjal mengenai arti sebuah kehidupan…
engkaulah cahaya pertama yang menyinariku dalam gelapnya arti sebuah kasih sayang…
engkaulah tetes air yang mampu lepaskanku dari kehausan akan cinta yang tak bersuara…
engkaulah surya yang menerangi seluruh jiwa dan ragaku…
kau hadir dan mengisi langkah hidupku…
walaupun aku tahu bahwa kau tak’kan pernah menjadi milikku, aku akan tetap disini menantimu…
entah sampai kapan semoga suatu saat waktu dapat menjawabnya…
sepenggal rindu di hari sabtu January 25, 2008
Posted by dhini-whitesilver in Uncategorized.1 comment so far
sinar mentari pagi lembut memasuki kisi2 kamar yang masih sunyi, kusibakkan jendela kamar dan mendengar lirih angin berhembus menyibakkan anak2 rambut yang menempel dikeningku. embun pagi menetes disepotong dahan yang terjulur diluar jendela kamarku…
Pagi ini tiba2 aku merasa Rindu…
entah kenapa perasaanku menjadi sedih dan sunyi. Lelah dan jenuh tiba2mendera tubuh dan pikiranku menjalar melalui hirupan nafas yang masuk melalui rongga hidungku.…
Entah kenapa rinduku semakin menjadi.
Rasa lelah-pun merayapi…
Aku lelah hanya karena mengingatku, dan aku jenuh hanya karena tak dapat bersamamu…
Tak ada raga yang dapat ku raba
Tak ada jiwa yang dapat ku rasakan
semburat emas sinar mentari sudah terlukis di langit, memperlihatkan biru indahnya awan…
matahari semakin tinggi beranjak naik… tapi, kenapa rasa rinduku pada-mu tak pernah mau beranjak?
Tak pernah beranjak dari relung terdalam hatiku?
Menghantui setiap waktu dalam diriku…
Dan terus menempel dalam setiap aktivitasku?
Hmmmmppphh… satu tarikan nafas panjang kuhenyakan begitu saja, mencoba mengabaikan siluet dirimu yang akhir2 ini menyapaku…
Lirih angin-pun kembali menyapa mengucapkan sepotong syair yang terucap dari dari hatiku…
Taukah kau tentang rinduku ini?
*untuk seseorang… yang mungkin tak merasakan kerinduan ini…
“Sunyi” January 25, 2008
Posted by dhini-whitesilver in Uncategorized.add a comment
dalam jebakan ruang dan waktu…
aku membisu diselimuti kegelapan yang menghitam dan seakan mencekam disela sela mimpi panjang yang sunyi dan mencekam…
rintihan angin baringkan diri lemah dan tidak berdaya ini …
dalam dekapan impian yang jauh dan seakan timbul tenggelam memainkan bayanganku akan kehidupan yang lalu…
pada pembaringan sepi yang rapuh ini, tubuhku menggigil oleh suram dan lembab-nya cahaya menembus kisi-kisi hati namun tak mampu menghangatkan dinginnya nafasku…
Desember yang menyiksa batin tak berdaya ini, mengingatkan kenangan akan masa lalu…
pada saat kau disisiku…
dalam diam ku membisu dan menangis pilu,
dalam nyenyak tidurku, desember yang dingin temani diriku…
hujan yang kesepian iringi kenangannku bersamamu…
dan ku tahu…
pada saat-saat tertentu kau selalu mengunjungiku dan tebarkan harum mawar pada pembaringanku
Desember kelabu temaniku…
dalam nyenyak tidur dan syair sendu milikmu…
malaikat yang sunyi selimuti diriku
dalam hangatnya mimpi dan angan-anganku tentang kenangan bersamamu…
*dedicated for beloved my best friend
Aries Fadilah (15 Maret 81-22 Desember-01)
seribu maaf kuucap, karena aku tak ada untuk mengantar kepergianmu…
Membisu January 23, 2008
Posted by dhini-whitesilver in Uncategorized.3 comments
entah sejak kapan,
angin timur yang dingin berhembus…
melantunkan syair malam yang sunyi.
malam ini, aku duduk sendiri diam membisu, dan sudah terbiasa tanpa hadirmu…
namun,
aku akan menunggu disudut pelangi senja,
dan bila suatu saat kau kembali, tetaplah kau disini…
duduk disisiku menatap senja dan biarkan sapuan lembut angin
yang kan berhembus dianatara kita berdua…
Pada Suatu Senja January 17, 2008
Posted by dhini-whitesilver in Uncategorized.3 comments
lagi2 kurasakan hal yang sama…
kali ini perasaanku tak berujung bentuknya. Terkadang seperti dihujam tikaman belati, tapi sewaktu waktu berubah seperti melayang2 diatas awan dengan gambaran surga dibelakangnya.
Hmmmmph… kuhela nafas berkali2 mengusir kejengkelanku tentang hal ini.
Sumpah, kali ini sekujur tubuhku menegang dan merinding…
satu2nya hal yang membutku yakin bahwa tidak ada makhluk halus adalah saat ini aku sedang berada ditengah keramaian diantara berjubelan orang yang lalu lalang di koridor busway…
Maklum, jam pulang kantor…
Kususuri jalanan yang padat dengan pandangan nanar… entah kenapa akhir2 ini ada sesuatu yang menderaku didalam dada… perasaan yang timbul tenggelam dan bergelayutan dalam pori2 tubuhku…
Cinta…
Brrrrrr…. Perasaan aneh merayapi tubuhku, dan rasanya bisa membangunkan sel2 terkecil dalam tubuh saat kusebutkan kata itu.
Cinta… yah cinta…
Kendatipun rasanya seperti ditampar dan beban yang berat laksana tubuhku diinjak gajah, kata2 itu berulang2 kuucapkan…
Cinta… lagi2 aku merasakannya,
yah sejujurnya aku belum yakin kalau ini memang cinta. Tapi kenapa rasanya seperti ini ya?
Aku benci sekaligus bahagia dengan perasaan ini… Benci sekali karena sakitnya… dan bahagia sekali karena indahnya…
“Perasaan yang mendalam terhadap seseorang kan memang hal yang biasa tidak ada yang salah dengan perasaan itu bukan?”
Berkali-kali ucapan itu terlontar dari sisi kananku…
“tapi perasaan itu pula yang hampir membunuhmu karena luka yang dalam, jadi kenapa musti kau ulangi?”
Dan berkali2 pula ucapan itu terlontar dari sisi kiriku…
Oh god… Whats wrong with me…
Hmmmmppppp…. Lagi2 kutarik nafas panjang mencoba melonggarkan dadaku yang sesak. Sesak karena dihimpit perasaan yang tidak mengenakkan ini dan sesak karena dihimpit banyaknya manusia dengan tujuan yang sama… Rumah…
Angin sore, membawa letihku naik lebih cepat merayap dari ujung kaki hingga otakku. Dalam udara sore yang lembab aku berjalan perlahan menyusuri lampu lampu taman…
Dengan gontai kulangahkan kaki memasuki halaman rumah. Getaran dalam tasku membuyarkan sebagian kecil lamunan yang sedari tadi menemani hampir 1/4 sore hari ini.
Tertegun sejenak saat kusadari satu nama muncul dilayar selular seraya menggeliatkan getaran-getaran yang langsung membangkitkan semangat dan membuat gairahku memuncak…
Dan saat itu juga perasaanku serasa terbang bersama 100 malaikat cinta yang tak bersayap…